IDFL.ME


Jika Link Tewas
Silahkan mampir ke

WWW.IDFL.ME

Karena perubahan domain,
Saya belum sempat mengedit semua link yang ada

Link film eror ? Silahkan komen di forum IDFL,
Saya hanya "Sharing" saja dan lebih fokus ke subs,

Trims...

Situs Ringin Budho (Situs Mbah Budho)

SitusRingin Budho (Situs Mbah Budho)

Hm, Situs Ringin Budho merupakan situs yang terletak di pusat Kecamatan Pare, tepatnya di Desa Mangunharjo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Menuju ke Situs Ringin Budho (Situs Mbah Budho)

       > Dari arah Kota Kediri, arahkan kendaraan ke arah Pare. Dalam perjalanan kita akan melewati Situs Sumbercangkring, Situs Calon Arang, Komplek Candi Tondowongso, Candi Gurah,  Candi Adan - Adan (Candi Gempur).

  >  Pada perempatan lampu merah pertama di Pare dimana terdapat Monumen Garuda di tengah jalan. Jika ingin ke Candi Tegowangi, silahkan belok ke kiri dan ikutilah papan petunjuk yang ada. Belok kanan jika ke Situs Ringin Budho. Dari sini lurus saja sejauh dua kilometer hingga ujung jalan. Situs berada di kanan jalan dalam kawasan Alun - alun
(Tamrin) Pare.

          >   Jika naik kendaraan umum, dari Kota Kediri, silahkan naik angkot ke Pare dan turun di Pasar Pare. Dari Pasar Pare, silahkan jalan kaki sejauh dua ratus meter. Jika naik bus, dari arah Kota Kediri silahkan turun di perempatan Monumen Garuda, dari sini bisa naik angkot atau becak.

Dibawah Pohon Beringin

            Situs Ringin Budho sendiri berada dalam kawasan Alun - alun (Tamrin) dan berada tepat di tepi jalan. Sebenarnya, situs ini akan terlihat dari jalan raya jika tidak tertutup oleh banyaknya pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar situs. Sesuai namanya, Situs Ringin Budho sendiri berada dalam naungan sebuah pohon beringin dan berada dalam pagar yang di cat merah.

Arca – Arca Situs Ringin Budho (Situs Mbah Budho) Tampak Belakang

            Situs Ringin Budho merupakan sebuah situs yang terdiri dari dua buah arca, satu buah arca Ganesha dan satu buah arca dwarapala dimana keduanya dalam kondisi disemen untuk menghindari pencurian.. Dengan adanya arca Ganesha menjelaskan bahwa situs ini merupakan peninggalan era Hindu dan Arca Ganesha inilah yang disebut oleh masyarakat sebagai Mbah Budho

Saya sendiri kurang tahu apakah kedua arca tersebut insitu atau merupakan arca pindahan dari tempat lain. Seorang juru kunci dari Candi Surowono pernah memberitahu bahwa arca - arca tersebut berasal dari Candi Surowono walau beliau sendiri masih kurang yakin.

Ganesha dan Dwarapala

            Arca Ganeshanya sendiri dalam keadaan baik dan mudah dikenali dengan kepala gajahnya yang masih utuh ditambah berperut buncit. Keadaan arca ini bisa dibilang nyaris sempurna. Sayangnya, bagian atas kepala arca (mahkota arca) sudah rusak.

Arca Ganesha ini sendiri duduk di atas teratai (sudah tidak kelihatan karena ditanam di dalam tanah) dengan sikap duduk kedua kakinya bertemu yang disebut dengan uttkutikasana. Arca Ganesha ini memiliki empat buah tangan dimana tangan kanan yang dibelakang membawa tasbih sedangkan tangan kanan yang didepannya membawa gading yang patah. Tangan kiri belakangnya membawa kapak yang sekarang bentuknya sudah tidak jelas lagi karena rusak. Sedangkan tangan kiri depannya membawa mangkuk yang dihisap oleh belalai Ganesha.

 
Arca Dwarapala

Sedangkan arca dwarapalanya sendiri dalam kondisi yang mengenaskan dengan bagian kepala yang sudah terpotong serta telapak tangan kanan dan kiri juga sudah rusak. Arca dwarapala ini bisa dibilang unik karena memiliki rambut yang bisa dibilang lurus dengan ujung yang bergelombang serta memiliki sikap duduk dengan kaki kanan bersila dan kaki kiri ditekuk ke atas serta tangan kanan membawa gada.

Arca dwarapala sendiri sebenarnya ada dua buah dan biasanya digunakan untuk menjaga pintu suatu bangunan. Jika memang situs ini insitu, apakah ada bangunan keagamaan disekitar daerah ini dan jika eksitu, bangunan apakah yang dijaga arca dwarapala ini ?

Tempat Jualan

Berdasarkan informasi teman saya, katanya ada dua pohon beringin di Situs Ringin Budho dan satu pohon diantaranya pernah terbakar. Saat kebakaran ini, konon terdapat lebih dari dua arca dan arca - arca inipun raib di tengah kegaduhan tersebut. Dan sekarang yang tersisa hanyalah arca Ganesha dan arca dwarapala saja.

Arca – Arca Situs Ringin Budho (Situs Mbah Budho)

Situs Ringin Budho sendiri masih digunakan untuk menepi dan mengalap berkah hingga sekarang. Hal ini terbukti dengan adanya bunga - bunga segar saat saya berkunjung kemari bersama mas Deni Cahyo Nugroho. Ya,mungkin saat larut malam memang digunakan untuk nenepi, tapi pada pagi hingga malam harinya digunakan sebagai tempat berdagang. Bagian dalam pagarpun terdapat meja kursi untuk tempat makan.

Kerajaan Majapahit

Dengan minimnya informasi, dari zaman Kerajaan apa arca - arca yang ada disinipun kurang saya mengerti, namun jika dilihat berdasarkan letaknya yang berdekatan dengan Candi Tegowangi dan Candi Surowono kemungkinan arca - arca di Situs Ringin Budho berasal dari zaman Kerajaan Majapahit. Dari pamflet pariwisata Kabupaten Kediri tertuliskan berdasarkan ikonografinya, Arca di situs ini berasal dari Kerajaan Majapahit. Saya sendiri kurang paham mengenai ikonografi ini, karena di pamflet tersebut juga tidak dituliskan detailnya.

Arca Ganesha Mbah Budho

Walau masuk dalam pamflet pariwisata Pemkab Kediri, sepertinya tak membuat situs ini diperhatikan. Padahal, arca Ganesha di situs ini merupakan satu - satunya arca Ganesha dalam kondisi yang masih bagus dibanding  semua arca Ganesha yang ada di Kediri, baik Kota maupun Kabupaten, baik yang masih insitu maupun yang ada dalam Museum Bhagawanta Bahri maupun Museum Airlangga. Dan satu hal lagi, jika menanyakan arah Alun - alun ini, jangan bilang alun - alun, cukup bilang Tamrin saja karena masyarkat sudah paham. Jika nekat bilang alun - alun, jangan salahkan saya jika ditertawakan masyarakat sekitar seperti yang sering saya alami.
Posted on 06.37 by Pein Akatsuki and filed under , | 10 Comments »

10 komentar:

yusuf sukandar mengatakan... @ 9 Januari 2012 00.08

mampir y

ANUGRAH JAGAT HISTORY ALL BLOGS mengatakan... @ 24 Januari 2012 00.49

wah cagar budaya yg sangt bagus jarang di temuakn

Pein Akatsuki mengatakan... @ 27 Januari 2012 00.47

@yusuf sukandar
Yoi

@ANUGRAH JAGAT
Kalo ambil foto dari blog saya tolong sertakan link kemari ya kang :D

Anonim mengatakan... @ 9 September 2012 00.02

org pare mas??
kok ada beberapa artikel ttg ttg sekitar pare..

Pein Akatsuki mengatakan... @ 20 September 2012 09.40

@Anonim
Karena kebanyakan situs di kediri mengular sepanjang jalan Raya Kediri - Pare - Malang ^^

mustroto mengatakan... @ 30 September 2012 07.37

Kalau Sekarang Thamrin dulunya jaman saya,... Lapangan Persendo, sedang alun-alun sendiri terletak didepan Kantor samsat (ngurus SIM) sekarang jadi pasar (dulu pernah jadi terminal colt) nerhadapan dengan stadion jaman cilikanku....disini pula dulu sering ada tonil, Ketoprak, Wayang Orang Ludruk// gitu

Rumah Musik Maju Mapan mengatakan... @ 28 Mei 2013 12.54

Haha.. Pengen muleh nang Flamboyan.. Kangen melamun di Mbah Budho..

Anonim mengatakan... @ 5 Desember 2013 16.48

melihat patung mbah Budho, saya jadi heran? Mengapa disebut mbah Budho, padahal karakteristiknya Hindu Ya? Saya juga terkenang ktk tahun-tahun "67,"68 (Y2K) tempat ini adalah favorit saya nonton orang jualan obat, sulap dsb.sepulang sekolah SD Paree A, "mlincur" dolan mrene....

Pein Akatsuki mengatakan... @ 9 Desember 2013 02.21

@Anonim
Yup, karakteristik Hindu,
Ga jelas juga dari mana asalnya,
Tahun segitu, Stasiun Pare masih beroperasi, Stasiun yg keren dengan kereta lokomotif yg melintasi tepat menembus jantung Kota Kediri yang padat :)

Jualan obat dan sulap,
Sebuah hiburan gratis :)

Abi Deva Jauhar sbsuko mengatakan... @ 21 April 2014 21.18

sy dlu jg menangi swaktu tamrin yg dulunya msh jd lapangan persendo dan disekeliling ringin budho banyak yg jualan soto, sy sering diajak ibu'ku tiap bulan sehabis ambil gajian di kantor pos andok soto hehee,,, mengenang wkt kecil masa SD

Poskan Komentar