Selamat Idul Fitri 1435 H

Selamat Idul Fitri 1435 H

Makam Sunan Ampel


Makam Sunan Ampel

Hm, Makam Sunan Ampel berada di Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Kotamadya Surabaya, Jawa Timur. Karena letaknya ditengah kota, Makam Sunan Ampel mudah dijangkau oleh kendaraan apapun.

Bacpacker ke Makam Sunan Ampel

   >  Dari Terminal Bungurasih, kita dapat naik angkot atau bus kota yang menuju ke Ampel.

   >  Jika naik kereta api ekonomi, kita bisa turun di Stasiun Semut. Jika naik kereta api eksekutif – bisnis, maka dapat turun di Stasiun Pasar Turi. Perjalanan dapat dilanjutkan dengan naik angkot atau jalan kaki sejauh 1,5 - 2 km.

   >  Jika berkendara sendiri, maka dapat langsung mengarahakan kendaraannya ke utara langsung menuju Ampel.

Sejarah Singkat

            Nama asli Sunan Ampel adalah Raden Rahmat. Sunan Ampel berasal dari Kerajaan Champa dan merupakan anak dari Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik) dengan Putri Kerajaan Champa. Kerajaan Champa sendiri telah diislamkan berkat Maulana Malik Ibrahim.

Pada tahun 1443, Sunan Ampel hijrah ke Pulau Jawa. Di Pulau Jawa, Sunan Ampel mendirikan Pondok Pesanteren di daerah Ampeldenta, Surabaya. Sunan Ampel lalu menikah dengan Putri Adipati tuban yang bernama Nyai Ageng Manila. Dari hasil pernikahan ini lahirlah 4 anak yang bernama Putri Nyai Ageng Maloka, Maulana Makdum Ibrahim (Sunan Bonang), Syarifuddin (Sunan Drajat) dan Syarifah, yang kelak dijadikan istri oleh Sunan Kudus.

Pada tahun 1478, Kesultanan Demak berdiri dibawah pimpinan Raden patah yang merupakan murid Sunan Ampel serta anak dari Prabu Brawijaya, raja terakhir Kerajaan Majapahit. Setahun sebelumnya (1477), Sunan Ampel mendirikan Masjid Agung Demak. Tahun 1477 berdasarkan cendrasengkala (sandi angka tahun) yang berbunyi : “Kori Trus Gunaning Janmi” dan berarti tahun 1399 Saka.

Pada tahun 1421, Sunan Ampel wafat di Demak dan dimakamkan di Ampeldenta, tak jauh dari Masjid Ampel yang juga didirikan oleh Sunan Ampel.

Makam Sunan Ampel Kini

Bagi wisatawan yang datang berombongan naik bus, maka harus berjalan sejauh 300 meter menuju Makam Sunan Ampel. Jika naik angkot maka dapat langsung turun di depan gang masuk kampung yang langsung mengarah ke makam. Karena Surabaya merupakan daerah padat penduduk, maka ada banyak gang kecil di sekitar makam. Jangan kuatir tersesat, kita hanya perlu masuk gang yang banyak orangnya.

Makam Sunan Ampel bisa dibilang bersih dan terawat, apalagi toiletnya yang berada di perkuburan sangat bersih dan “wah”, beda jauh dengan toilet Candi Borobudur yang kotor itu. Di samping kiri halaman Masjid Ampel terdapat sumur yang diyakini bertuah. Kini air sumur telah ditampung ke dalam guci – guci besar.

Masjid Baru Sunan Ampel
Mengenai Masjid Ampel sendiri ternyata ada dua. Masjid Ampel yang didirikan Sunan Ampel berukuran kecil dan terletak di sebelah timur. Mudahnya, Masjid Ampel yang asli memiliki genting berwarna coklat tua dan terletak bersebelahan dengan Pasar cinderamata. Sedangkan Masjid Ampel yang baru memiliki genting bewarna merah cerah, berukuran lebih besar dan langsung berhadapan dengan pasar cinderamata.

Selain makam Sunan Ampel di sekitar makam juga terdapat makam lain, seperti makam Mbah Sholeh, makam Mbah Sonhaji (Mbah Bolong) serta makam pahlawan nasional Indonesia, K.H.Mas Mansyur. Sayangnya, makam – makam ini letaknya berpencar dan sedikit sekali papan petunjuknya.

Oya, disini dilarang memfoto Makam Sunan Ampel [kalau lainnya boleh]. Saya sendiri berusaha mematuhinya, namun kok ya banyak foto makamnya yang beredar ?? Gimana sih pengelolanya ??

Oleh – oleh yang khas dari daerah Ampel adalah buah kurma. Disini dan hampir disepanjang jalan terdapat banyak sekali pedagang buah kurma. Buah kurma yang dijual disini beragam jenis dengan harga yang murah (ada kurma Madinnah, Mesir, Luluk,dsb), bahkan kita tak perlu membeli sekilo, cukup beli sesuai budget yang diinginkan. Seperti yang saya lakukan dengan uang Rp 20.000,- minta dua jenis kurma yang dikantong plastik sendiri. Maunya sih tiga jenis kurma, tapi kayaknya ga boleh dan pasti isinya sedikit. Sepuluh ribu aja kita dapat kurma lumayan banyak.

                              Gapura Menuju Makam Sunan Ampel

Jika ingin bermalam, tak usah ragu karena disekitar makam banyak sekali hotel yang siap menampung peziarah jika ingin bermalam. Mungkin, masalah yang harus dibenahi adalah banyaknya pengemis disekitar makam, bahkan beberapa diantaranya meminta dengan agak memaksa. Jika masih memiliki waktu, kita bisa juga berkunjung ke Tugu pahlawan beserta museumnya, Jembatan Merah dan juga House of Sampoerna.


           

Posted on 18.23 by Pein Akatsuki and filed under , | 19 Comments »

19 komentar:

Anonim mengatakan... @ 9 Desember 2010 02.47

eh makam sunan ampel jauh gak ke Institus Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel?

Pein Akatsuki mengatakan... @ 9 Desember 2010 21.35

Buat anonim diatas,
dari IAIN masih jauh, IAIN berada di Jl. Ahmad yani, dkat graha Pena, Wonokromo (awal dari Surabaya)

Untuk kesana langsung naik bus ke Makam Sunan Ampel.....

Anonim mengatakan... @ 12 Desember 2010 07.58

salam kenal, mohon maaf saya bingung mencari alamat teman di fb atau lainnya bisakah mengirim alamatnya pada email saya ; angga_hardani21@yahoo.com.
rasanya begitu menyenangkan bisa mengenal sahabat lebih dekat :)

Pein Akatsuki mengatakan... @ 12 Desember 2010 10.24

Ok, ntar saya add :D

deders mengatakan... @ 23 Februari 2012 22.00

JEMPOL DAH...

Anonim mengatakan... @ 18 Maret 2012 22.28

Kalo dr st. Semut k makam sunan ampel naik angkot len apa?

Anonim mengatakan... @ 25 Mei 2012 22.25

Makam Sunan Ampel itu ada 2

m.hafidz mengatakan... @ 5 Juni 2012 03.24

dkt kok, bs jln kaki/becak

ryandra21 mengatakan... @ 28 Februari 2013 23.42

Mantab dah

ALI GHOVA HAMID H mengatakan... @ 6 Juni 2013 11.27

Sunan ampel adalah se orang wali Allah yang tidK di ragukan lagi....tPi sayang makam beliau di jaga oleh orang orang yang tidak tahu tata krama dan sopan santun. cendrung kasar. Arogan tidak ada bedanya dengan preman pasar.....terutama yang jaga parkir...bertindak se enaknya saja se akan-akan mereka orang yang berkuasa kami berharap mereka yg bertanggung jawab bisa membenahi semua ini dengan mengganti dengan orang yg punya pendidikan agama tatakrama.dan sopan santun.bukan preman pasar

pusber mengatakan... @ 31 Juli 2013 08.48

kapan-kapan pengen pergi ziarah kesana

Anonim mengatakan... @ 9 Desember 2013 06.10

salam pein, tahun wafatnya sunan ampel kok lebih dulu dari tahun berdirinya masjid demak?


cheers

Joker

Pein Akatsuki mengatakan... @ 11 Desember 2013 10.17

@Anonim
Wah, kurang paham kalau sejarah masa Islam Indonesia... :3
Pokoknya para Wali itu hidupnya tidak sezaman :D

bo,im akbar mengatakan... @ 2 Januari 2014 10.09

Kalo dari malang kita harus naik apa soalnya aku bukan asli malang tapi cirebon,kasi tau ya mkd

bo,im akbar mengatakan... @ 2 Januari 2014 10.11

Kalo dari malang kita harus naik apa so,alnya aku bukan asli malang tapi cirebon kasi tau ya

bo,im akbar mengatakan... @ 2 Januari 2014 10.14

Kalo dari malang kita harus naik apa soalnya aku bukan asli malang tapi cirebon,kasi tau ya mkd

Pein Akatsuki mengatakan... @ 4 Januari 2014 19.31

@bo,im akbar
Dari Malang naek bis ke Surabaya dari Arjosari,
Terus turun Bungur dan ganti bis ke Sunan Ampel...

Anonim mengatakan... @ 7 Juli 2014 08.30

Dri terminal bungur... Naik angkot apa? Wrna angkotnya apaa.. Klo mau ke sunan ampel

Pein Akatsuki mengatakan... @ 8 Juli 2014 19.09

@Anonim
Naik bis, ga ada angkot dari sana, tanya aja arah ke Makam Sunan Ampel, nanti dikasih tau kok

Poskan Komentar